Untuk menguji seberapa jauh pemahaman kalian tentang Materi IPA Kelas 9, Kerjakan soal berikut ini :
Albino
Kelainan Pewarisan Sifat
Gelombang Bunyi
Mari Belajar IPA disini
Tata Surya
Materi IPA Kelas 7
Wednesday, June 24, 2026
Gelombang Bunyi : Materi IPA Kelas 8
Hello Good Students, di kelas 8 ini kalian akan belajar mengenai materi Gelombang Bunyi. Bagaimana bunyi dapat terdengar? Kita dapat mendengar bunyi karena kita memiliki alat indra berupa telinga yang dapat menangkap gelombang bunyi,
Untuk memahami lebih lanjut tetang materi ini, mari kita simak video berikut ini :
Tata Surya : materi IPA Kelas 7
Albino : Materi Pewarisan Sifat IPA Kelas 9
Albino adalah salah satu kelainan pada pewarisan sifat pada manusia. Albino adalah kondisi seseorang dimana ia tidak memiliki pigmen melanin di kulitnya. Keberadaan pigmen melanin ini mempengaruhi warna kulit seseorang.
Untuk lebih memahami tetang Albino, mari kita simak penjelasan video berikut ini :
Rincian Minggu Efektif IPA Kelas 7
RINCIAN MINGGU EFEKTIF DAN JUMLAH JAM EFEKTIF
MataPelajaran
: IPA
Kelas/Semester : VII/1dan2
Satuan Pendidikan : UPT SMP N
Tahun Pelajaran: : 2025/2026
|
Smt. |
Bulan |
Jumlah
Minggu |
Jumlah
jam/miggu |
Jumlahjam Efektif |
|
|
Riil |
Efekti
f |
||||
|
1 |
Juli |
5 |
3 |
5 |
15 |
|
|
Agustus |
4 |
4 |
5 |
20 |
|
|
September |
5 |
5 |
5 |
25 |
|
|
Oktober |
4 |
3 |
5 |
15 |
|
|
Nopember |
3 |
3 |
5 |
15 |
|
|
Desember |
5 |
2 |
5 |
10 |
|
Jumlah |
26 |
20 |
- |
100 |
|
|
Smt. |
Bulan |
JumlahMinggu |
Jumlah
jam/miggu |
Jumlahjam Efektif |
|
|
Riil |
Efektif |
||||
|
2 |
Januari |
4 |
4 |
5 |
20 |
|
|
Febuari |
4 |
3 |
5 |
15 |
|
|
Maret |
5 |
2 |
5 |
10 |
|
|
April |
4 |
3 |
5 |
15 |
|
|
Mei |
4 |
4 |
5 |
20 |
|
|
Juni |
5 |
3 |
5 |
15 |
|
Jumlah |
26 |
20 |
- |
95 |
|
Mengetahui GALANG, AGUSTUS 2025
Kepala SMP Guru Mata Pelajaran,
SUN,S.Pd DIAN,SP.d
Modul Ajar IPA Kelas 8 Bab 1
MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : IPA
BAB 1: SEL
A.
IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMP NEGERI 1 GALANG
Nama Guru : N Karina, S.Pd.
Mata Pelajaran : IPA
Kelas / Fase /Semester : VIII / D / I
(Ganjil)
Alokasi Waktu : 10 JP (3 kali
pertemuan)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026
B. IDENTIFIKASI KESIAPAN
PESERTA DIDIK
●
Pengetahuan Awal: Peserta didik memiliki pemahaman dasar dari kelas VII tentang
perbedaan antara makhluk hidup dan benda mati, serta dasar-dasar pengelompokan
makhluk hidup.
●
Minat: Sebagian besar peserta didik memiliki minat pada kegiatan
praktis, eksplorasi lingkungan (seperti kebun sekolah), dan tantangan kreatif
(membuat purwarupa/model).
●
Latar Belakang: Peserta didik berasal dari lingkungan yang beragam dengan
akses yang bervariasi terhadap teknologi. Secara umum, mereka terbiasa dengan
model pembelajaran kelompok dan penggunaan gawai untuk mencari informasi.
●
Kebutuhan Belajar:
○
Visual: Peserta didik belajar melalui gambar (struktur sel), video
pembelajaran (tentang mikroskop), dan pengamatan langsung melalui mikroskop.
○
Auditori: Peserta didik belajar melalui penjelasan guru, diskusi
kelompok, dan presentasi hasil proyek.
○
Kinestetik: Peserta didik belajar melalui kegiatan praktik langsung
seperti membuat preparat basah, menggunakan mikroskop, merancang model sel, dan
membuat purwarupa mikroskop sederhana.
C. KARAKTERISTIK MATERI
PELAJARAN
●
Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai:
○
Konseptual: Memahami definisi sel sebagai unit terkecil kehidupan, teori
sel, perbedaan sel hewan dan tumbuhan, struktur dan fungsi organel, serta
konsep uniseluler, multiseluler, dan spesialisasi sel.
○
Prosedural: Menguasai keterampilan menggunakan mikroskop, membuat preparat
basah, merancang model sel, dan membuat purwarupa mikroskop sederhana.
●
Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik: Materi ini relevan untuk memahami struktur tubuh
sendiri, fungsi organ, pentingnya menjaga kesehatan, serta isu-isu modern
seperti penggunaan sel punca (stem cell) dalam pengobatan.
●
Tingkat Kesulitan: Sedang. Konsep sel bersifat abstrak, namun dapat dikonkretkan
melalui pengamatan mikroskop dan pembuatan model. Diferensiasi diperlukan untuk
mengatasi tingkat pemahaman yang beragam.
●
Struktur Materi:
1.
Sel dan Mikroskop
2.
Sel Hewan dan Tumbuhan
3.
Spesialisasi Sel
●
Integrasi Nilai dan Karakter:
○
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa,
dan Berakhlak Mulia:
Mensyukuri kompleksitas ciptaan Tuhan melalui pengamatan struktur sel yang
terorganisir.
○
Bernalar Kritis: Menganalisis perbedaan sel hewan dan tumbuhan, membandingkan
hasil pengamatan, dan mengevaluasi isu pro-kontra penggunaan sel punca.
○
Kreativitas: Merancang dan membuat purwarupa mikroskop sederhana, serta
model sel hewan/tumbuhan dengan berbagai media.
○
Kolaborasi/Bergotong Royong: Bekerja dalam kelompok saat melakukan praktikum,
diskusi, dan mengerjakan proyek.
○
Kemandirian: Melakukan studi literatur, mengisi tabel T-I-S secara mandiri,
dan melakukan refleksi pribadi.
○
Kepedulian: Memahami masalah nyata di masyarakat (kasus mikroskop Manu
Prakash) dan mencari solusi inovatif.
D. DIMENSI PROFIL LULUSAN
●
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa,
dan Berakhlak Mulia:
Mengagumi keteraturan dan kompleksitas sel sebagai ciptaan Tuhan yang menjadi
dasar kehidupan.
●
Kewargaan: Memahami isu-isu sosial dan etis terkait sains, seperti dalam
perdebatan mengenai riset sel punca, dan menyadari peran sains dalam
menyelesaikan masalah kemanusiaan.
●
Penalaran Kritis: Menerapkan keterampilan proses sains untuk mengidentifikasi,
menganalisis, dan mengevaluasi informasi, serta menarik kesimpulan berdasarkan
bukti dari hasil pengamatan mikroskopis.
●
Kreativitas: Menghasilkan gagasan dan produk orisinal seperti purwarupa
mikroskop dan model sel yang fungsional dan bermakna.
●
Kolaborasi: Bekerja sama secara efektif dalam kelompok untuk mencapai
tujuan pembelajaran bersama selama praktikum dan proyek.
●
Kemandirian: Mengambil inisiatif untuk mencari informasi tambahan dan
melakukan refleksi atas proses belajar yang telah dilalui.
●
Kesehatan: Memahami dasar-dasar biologis tubuh (sel) sebagai landasan
untuk menjaga kesehatan diri.
●
Komunikasi: Mengomunikasikan hasil penyelidikan, gagasan, dan argumen
secara efektif melalui presentasi lisan, laporan tertulis, maupun produk
visual.
DESAIN PEMBELAJARAN
A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
Pada akhir Fase D, peserta didik memiliki kemampuan
sebagai berikut:
·
Pemahaman IPA
Menelaah hasil identifikasi makhluk hidup sesuai dengan
karakteristiknya; menganalisis klasifikasi, sifat, dan perubahan materi;
menganalisis sistem organisasi kehidupan, fungsi, serta kelainan atau gangguan
yang muncul pada sistem organ; menganalisis interaksi antar makhluk hidup dan
lingkungannya dalam merancang upaya-upaya untuk mencegah dan mengatasi
perubahan iklim; menganalisis pewarisan sifat; membuat bioteknologi
konvensional di lingkungan sekitarnya; menerapkan pengukuran terhadap aspek
fisis dalam kehidupan sehari-hari; menganalisis ragam gerak, gaya, dan tekanan;
menganalisis hubungan usaha dan energi; menganalisis pengaruh kalor dan
perpindahannya terhadap perubahan suhu; menganalisis gelombang dan
pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari; menganalisis gejala kemagnetan dan
kelistrikan untuk menyelesaikan tantangan yang dihadapi dalam kehidupan
sehari-hari termasuk pemanfaatan sumber energi listrik ramah lingkungan;
menganalisis posisi relatif bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya untuk
menjelaskan fenomena alam dan perubahan iklim; serta mengevaluasi keputusan
yang tepat untuk menghindari zat aditif dan adiktif yang membahayakan dirinya
dan lingkungan.
·
Keterampilan
Proses
Mampu menerapkan keterampilan proses yang meliputi:
●
Mengamati: Melakukan pengamatan terhadap fenomena dan peristiwa di
sekitarnya dan mencatat hasil pengamatannya dengan memperhatikan karakteristik
objek yang diamati.
●
Mempertanyakan dan Memprediksi: Mengidentifikasi pertanyaan yang dapat diselidiki
secara ilmiah dan membuat prediksinya.
●
Merencanakan dan Melakukan Penyelidikan: Merencanakan dan melakukan langkah-langkah
operasional untuk menjawab pertanyaan; murid menggunakan alat bantu pengukuran
untuk mendapatkan data yang akurat dan memahami adanya potensi kekeliruan dalam
penyelidikan.
●
Memproses, Menganalisis Data dan Informasi: Mengolah data dalam bentuk tabel, grafik, dan model
serta menjelaskan hasil pengamatan dan pola atau hubungan pada data; murid
mengumpulkan data dari penyelidikan yang dilakukannya, serta menggunakan
pemahaman sains untuk mengidentifikasi hubungan dan menarik kesimpulan
berdasarkan bukti.
●
Mengevaluasi dan Refleksi: Mengidentifikasi sumber ketidakpastian dan
kemungkinan penjelasan alternatif dalam rangka mengevaluasi kesimpulan, serta
menjelaskan cara spesifik untuk meningkatkan kualitas data.
●
Mengomunikasikan Hasil: Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara
sistematis dan utuh yang ditunjang dengan argumen dan bahasa yang sesuai
konteks penyelidikan.
B. LINTAS DISIPLIN ILMU
●
Bahasa Indonesia: Membuat esai atau laporan hasil pengamatan dan proyek sel
punca.
●
Seni Budaya: Mendesain dan membuat produk kreatif seperti diorama, poster,
atau komik model sel.
●
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK): Mencari informasi dari sumber daring, menggunakan
aplikasi kuis interaktif (Quizizz/Kahoot), dan membuat presentasi digital.
●
Matematika: Menghitung total perbesaran mikroskop dan membuat grafik
hubungan antara perbesaran dengan bidang pandang.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
●
Pertemuan 1: Peserta didik mampu mendeskripsikan sel, membandingkan
perbesaran dan resolusi mikroskop, serta membuat purwarupa mikroskop sederhana.
(5 JP)
●
Pertemuan 2: Peserta didik mampu menganalisis perbedaan sel hewan dan sel
tumbuhan serta membuat model sel berdasarkan analogi. (4 JP)
●
Pertemuan 3: Peserta didik mampu mendeskripsikan konsep uniseluler,
multiseluler, dan proses spesialisasi sel hingga membentuk organisme. (1 JP)
D. TOPIK PEMBELAJARAN
KONTEKSTUAL
●
Kisah
inspiratif Manu Prakash dalam menciptakan mikroskop murah untuk mengatasi
masalah kesehatan di negara berkembang.
●
Analogi
struktur sel dengan lingkungan sekitar (sekolah, kota) untuk mempermudah
pemahaman.
●
Debat
etis dan sosial mengenai pemanfaatan teknologi sel punca (stem cell) untuk
pengobatan.
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
●
Model Pembelajaran: Project Based Learning (PBL) dan Discovery Learning.
●
Pendekatan: Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning)
○
Mindful Learning: Melalui kegiatan refleksi (tabel T-I-S, refleksi akhir
pertemuan), peserta didik secara sadar memikirkan apa yang sudah dan ingin
mereka pelajari, serta keterampilan baru yang didapat.
○
Meaningful Learning: Pembelajaran dihubungkan dengan konteks nyata (kisah Manu
Prakash, isu sel punca) sehingga peserta didik memahami relevansi dan manfaat
belajar sel.
○
Joyful Learning: Pembelajaran dirancang menyenangkan melalui aktivitas praktik
langsung (membuat preparat, merancang mikroskop), permainan (Quizizz/Kahoot),
dan proyek kreatif (membuat model sel).
●
Metode Pembelajaran: Diskusi, Tanya Jawab, Eksperimen/Praktikum, Proyek,
Presentasi.
●
Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi
○
Diferensiasi Konten: Menyediakan materi dalam berbagai format (teks bacaan, gambar,
video) dan memberikan pertanyaan pemantik dengan tingkat kesulitan yang berbeda
(Level 1, 2, 3).
○
Diferensiasi Proses: Memberikan pilihan aktivitas (individu, kelompok), menggunakan
berbagai metode (diskusi, eksperimen), dan memberikan bimbingan sesuai tingkat
kesiapan peserta didik.
○
Diferensiasi Produk: Memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk menunjukkan
pemahaman melalui berbagai produk (esai, poster, diorama, video, komik).
KEMITRAAN PEMBELAJARAN
●
Lingkungan Sekolah: Pemanfaatan kebun sekolah sebagai laboratorium alam untuk
mengamati tumbuhan dan hewan secara langsung.
●
Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Mengangkat isu kesehatan masyarakat (kualitas air,
penyakit) yang relevan dengan penggunaan mikroskop.
●
Mitra Digital: Menggunakan platform seperti YouTube untuk video pembelajaran,
dan Quizizz/Kahoot untuk asesmen formatif.
LINGKUNGAN BELAJAR
Lingkungan pembelajaran yang mengintegrasikan antara
ruang fisik, ruang virtual, dan budaya belajar:
●
Ruang Fisik:
○
Penataan
ruang kelas yang fleksibel untuk kerja individu dan kelompok.
○
Pemanfaatan
laboratorium IPA untuk praktikum mikroskop.
○
Pemanfaatan
kebun sekolah sebagai area observasi.
●
Ruang Virtual:
○
Penggunaan
platform e-learning atau grup WhatsApp untuk berbagi materi dan instruksi.
○
Akses
ke sumber belajar digital seperti video, artikel, dan simulasi online.
○
Penggunaan
platform kuis interaktif untuk asesmen.
●
Budaya Belajar:
○
Mendorong
rasa ingin tahu dan keberanian bertanya.
○
Membangun
budaya kerja sama dan saling menghargai pendapat dalam kelompok.
○
Menghargai
proses, kreativitas, dan kegagalan sebagai bagian dari belajar.
PEMANFAATAN DIGITAL
●
Perpustakaan Digital/Sumber Daring: YouTube, situs web edukasi, dan mesin pencari untuk
riset tentang mikroskop sederhana dan sel punca.
●
Forum Diskusi Daring: Grup kelas (misal: WhatsApp Group) untuk diskusi
lanjutan di luar jam pelajaran.
●
Penilaian Daring: Quizizz atau Kahoot untuk kuis formatif yang interaktif.
●
Media Presentasi Digital: Peserta didik dapat menggunakan Canva, PowerPoint,
atau aplikasi video untuk mempresentasikan hasil proyeknya.
●
Media Publikasi Digital: Mengunggah hasil karya terbaik (misal: video
presentasi mikroskop) ke media sosial sekolah.
F. LANGKAH-LANGKAH
PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
PERTEMUAN 1 (5 JP : 200 MENIT)
Topik : SEL DAN MIKROSKOP
KEGIATAN
PENDAHULUAN (20 MENIT)
●
Orientasi: Guru membuka pelajaran dengan salam, doa, dan memeriksa
kehadiran.
●
Apersepsi: Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Apa perbedaan
makhluk hidup dan benda mati?", "Mengapa bangunan butuh batu
bata?".
●
Motivasi: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengaitkannya dengan
pentingnya mikroskop dalam dunia sains melalui cerita singkat tentang Robert
Hooke.
●
Asesmen Diagnostik: Guru memperkenalkan tabel T-I-S (Tahu, Ingin Tahu, Sudah
Belajar) dan meminta siswa mengisi kolom "Tahu" tentang sel.
KEGIATAN
INTI (160 MENIT)
●
Aktivitas Pemantik (Meaningful & Joyful Learning): Guru mengajak peserta didik ke kebun sekolah untuk
mengamati tanaman dan hewan, lalu bertanya "Apa yang menyusun tubuh
makhluk hidup ini hingga bisa tumbuh?".
●
Eksplorasi Konsep (Meaningful Learning): Kembali ke kelas, guru menjelaskan konsep sel
sebagai unit terkecil kehidupan, teori sel, dan pengenalan mikroskop
(bagian-bagian dan cara kerja) melalui slide dan video.
●
Praktikum 1 (Kinestetik & Mindful Learning): Peserta didik secara berkelompok melakukan Aktivitas 1.2 (Membuat Preparat Basah)
dan Aktivitas 1.1 (Mengamati
Spesimen dengan Mikroskop) menggunakan potongan koran. Mereka mencatat hubungan
antara perbesaran dan bidang pandang.
●
Proyek Purwarupa (Creative & Joyful Learning):
○
Guru
menayangkan video tentang mikroskop lipat (foldscope) Manu Prakash untuk
memantik ide dan kepedulian.
○
Secara
berkelompok, peserta didik diminta merancang dan membuat purwarupa mikroskop sederhana menggunakan bahan-bahan yang mudah
didapat (botol plastik, lensa dari laser bekas, dll.).
●
Pembelajaran Berdiferensiasi:
○
Proses: Kelompok yang lebih cepat selesai praktikum dapat memulai
riset desain mikroskop sederhana. Guru memberikan bimbingan lebih intensif pada
kelompok yang kesulitan menggunakan mikroskop.
○
Produk: Purwarupa mikroskop bisa memiliki desain yang beragam sesuai
kreativitas kelompok.
KEGIATAN
PENUTUP (20 MENIT)
●
Refleksi (Mindful Learning): Peserta didik diminta menuliskan keterampilan baru
yang didapat (misal: "Saya sekarang bisa menyiapkan preparat basah").
●
Rangkuman: Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi tentang
definisi sel dan fungsi mikroskop.
●
Tindak Lanjut: Guru menginformasikan bahwa pada pertemuan berikutnya mereka
akan membandingkan sel hewan dan tumbuhan.
●
Penutup: Salam dan doa.
PERTEMUAN 2 (4 JP : 160 MENIT)
Topik : SEL HEWAN DAN
TUMBUHAN
KEGIATAN
PENDAHULUAN (15 MENIT)
●
Orientasi: Salam, doa, dan presensi.
●
Apersepsi: Guru mengingatkan kembali materi sebelumnya: "Apa itu
sel? Alat apa yang kita gunakan untuk melihatnya?".
●
Motivasi: Guru menunjukkan gambar sel hewan dan sel tumbuhan yang
berwarna-warni dan bertanya, "Menurut kalian, apa saja perbedaan dari
kedua sel ini?".
KEGIATAN
INTI (130 MENIT)
●
Eksplorasi Perbedaan (Meaningful Learning): Guru memfasilitasi diskusi tentang perbedaan ciri
hewan dan tumbuhan yang terlihat mata, lalu mengarahkannya ke perbedaan tingkat
sel.
●
Praktikum 2 (Kinestetik & Mindful Learning): Peserta didik secara berkelompok melakukan Aktivitas 1.4 (Mengamati Sel Tumbuhan
dari bawang merah dan membandingkannya dengan preparat jadi sel hewan). Mereka
menggambar hasil pengamatan dan mengisi tabel perbandingan organel.
●
Analisis dan Diskusi (Critical Thinking): Peserta didik mempresentasikan hasil pengamatan dan
diskusinya. Guru meluruskan dan memperdalam konsep fungsi masing-masing organel
(dinding sel, kloroplas, vakuola, dll.).
●
Proyek Model Sel (Creative & Joyful Learning):
○
Guru
memberikan tugas kepada setiap kelompok untuk membuat model sel (boleh pilih sel hewan atau tumbuhan) menggunakan
analogi kota/desa/sekolah.
●
Pembelajaran Berdiferensiasi:
○
Proses: Kelompok yang cepat bisa mulai merancang model selnya. Guru
memberikan bantuan scaffolding pada kelompok yang kesulitan mengidentifikasi
organel di bawah mikroskop.
○
Produk: Model sel dapat dibuat dalam berbagai bentuk (diorama 3D dari
barang bekas, poster digital, video penjelasan).
KEGIATAN
PENUTUP (15 MENIT)
●
Refleksi (Mindful Learning): Menggunakan teknik 4 sudut untuk memeriksa
pemahaman. Guru bertanya, "Seberapa paham kalian tentang perbedaan sel
hewan dan tumbuhan?". Siswa pindah ke sudut yang sesuai (Sangat Paham,
Paham, Cukup Paham, Belum Paham).
●
Rangkuman: Guru menayangkan diagram Venn besar yang merangkum persamaan
dan perbedaan sel hewan dan tumbuhan.
●
Tindak Lanjut: Memberikan tugas untuk menyelesaikan proyek model sel di rumah
dan mempersiapkan presentasi.
●
Penutup: Salam dan doa.
PERTEMUAN 3 (1 JP : 40 MENIT)
Topik : SPESIALISASI SEL
KEGIATAN
PENDAHULUAN (5 MENIT)
●
Orientasi: Salam, doa, dan presensi.
●
Apersepsi: Guru bertanya, "Jika semua sel tumbuhan sama, bagaimana
bisa ada akar, batang, dan daun yang fungsinya berbeda?".
KEGIATAN
INTI (30 MENIT)
●
Aktivitas Analogi (Joyful & Meaningful Learning): Guru menggunakan analogi tim kerja atau kepingan
Lego untuk menjelaskan konsep uniseluler, multiseluler, dan spesialisasi sel.
●
Studi Kasus (Meaningful Learning): Guru menjelaskan contoh-contoh spesialisasi sel
(sel saraf, sel darah merah, sel akar rambut) menggunakan gambar dan video
singkat, menekankan hubungan antara bentuk dan fungsi.
●
Diskusi Isu Kontekstual: Guru memperkenalkan konsep sel punca (stem cell) sebagai sel yang belum terspesialisasi dan
memantik diskusi singkat tentang potensinya dalam dunia medis.
●
Pembelajaran Berdiferensiasi:
○
Konten: Memberikan contoh spesialisasi yang sederhana (sel darah)
hingga yang lebih kompleks (sel saraf).
○
Proses: Siswa dapat memilih untuk fokus pada spesialisasi sel tumbuhan
atau hewan saat diskusi.
KEGIATAN
PENUTUP (5 MENIT)
●
Refleksi (Mindful Learning): Peserta didik mengunjungi kembali tabel T-I-S
mereka untuk terakhir kalinya dan mengisi kolom "Sudah Belajar".
●
Rangkuman: Guru menampilkan skema tingkat organisasi kehidupan (Sel ->
Jaringan -> Organ -> Sistem Organ -> Organisme).
●
Tindak Lanjut: Memberikan instruksi untuk Asesmen Sumatif Proyek tentang sel
punca.
●
Penutup: Salam dan doa.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN DIAGNOSTIK
●
Tanya Jawab: Di awal bab, guru menanyakan: "Apa perbedaan makhluk
hidup dan benda mati?", "Apa yang menyusun tubuh makhluk
hidup?".
●
Kuis Singkat: Menggunakan tabel T-I-S untuk memetakan pengetahuan awal siswa
tentang sel.
ASESMEN FORMATIF
●
Tanya Jawab: Seputar materi yang sedang dibahas, seperti “Mengapa mikroskop
elektron memiliki resolusi lebih tinggi dari mikroskop cahaya?” atau "Apa
yang akan terjadi jika sel tumbuhan tidak memiliki dinding sel?".
●
Diskusi Kelompok: Mengamati partisipasi aktif, kemampuan berargumen, dan kerja
sama siswa selama diskusi kelompok.
●
Latihan Soal/LKPD: Mengerjakan pertanyaan-pertanyaan pada Aktivitas 1.1, 1.2, dan 1.4 di buku siswa.
●
Observasi: Guru mengobservasi keterampilan psikomotorik siswa saat
menggunakan mikroskop dan membuat preparat.
●
Produk (Proses):
○
Sketsa
hasil pengamatan di bawah mikroskop.
○
Draf
awal desain purwarupa mikroskop.
○
Draf
awal konsep model sel.
ASESMEN SUMATIF
●
Produk (Proyek):
○
Purwarupa Mikroskop Sederhana: Dinilai berdasarkan kreativitas, fungsionalitas
(kemampuan memperbesar objek), dan penjelasan cara kerja serta
kelebihan/kekurangannya (menggunakan rubrik Tabel 1.6).
○
Model Sel (Analogi Kota/Desa): Dinilai berdasarkan ketepatan analogi fungsi
organel, kreativitas produk, dan kejelasan presentasi (menggunakan rubrik Tabel
1.7).
●
Praktik (Kinerja):
○
Presentasi Proyek: Kemampuan mengomunikasikan hasil proyek (purwarupa/model sel)
di depan kelas.
○
Penggunaan Mikroskop: Kemampuan mengikuti prosedur penggunaan mikroskop
dengan benar pada saat praktikum.
●
Tes Tertulis: Tes akhir bab untuk mengukur pemahaman konseptual dan analisis
siswa.
Contoh
Tes Tertulis :
Pilihan
Ganda
1.
Bagian
sel yang berfungsi sebagai pusat pengendali seluruh aktivitas sel adalah...
a. Mitokondria
b. Membran sel
c. Nukleus
d. Sitoplasma
2.
Organel
yang hanya ditemukan pada sel tumbuhan dan berperan dalam fotosintesis
adalah...
a. Vakuola
b. Dinding sel
c. Mitokondria
d. Kloroplas
3.
Seorang
siswa mengamati objek dengan lensa okuler 10x dan lensa objektif 40x.
Perbesaran total yang didapat adalah...
a. 50x
b. 100x
c. 400x
d. 4000x
4.
Sel
darah merah tidak memiliki nukleus saat dewasa. Adaptasi ini bertujuan untuk...
a. Mempercepat gerakan sel
b. Memberi ruang lebih untuk mengikat oksigen
c. Memproduksi lebih banyak energi
d. Melindungi tubuh dari penyakit
5.
Urutan
tingkat organisasi kehidupan dari yang terkecil hingga terbesar pada organisme
multiseluler adalah...
a. Jaringan -> Sel -> Organ -> Sistem Organ
b. Sel -> Jaringan -> Sistem Organ -> Organ
c. Sel -> Jaringan -> Organ -> Sistem Organ
d. Organ -> Sistem Organ -> Jaringan -> Sel
Essay
1.
Jelaskan
tiga perbedaan utama antara sel hewan dan sel tumbuhan!
2.
Mengapa
spesialisasi sel penting bagi organisme multiseluler seperti manusia? Berikan
satu contoh sel yang mengalami spesialisasi dan jelaskan hubungan antara bentuk
dan fungsinya!









