CAPAIAN
PEMBELAJARAN
MATA PELAJARAN :
ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA)
(Keputusan BSKAP NOMOR
046/H/KR/2025)
A.
Rasional
Ilmu
Pengetahuan Alam (IPA) merupakan bidang ilmu yang mempelajari cara kerja alam
semesta dan kontribusinya terhadap keberlangsungan kehidupan melalui
pendekatan-pendekatan empiris yang dapat dipertanggungjawabkan. Pemahaman IPA
ini dapat mendorong murid untuk mengeksplorasi hal-hal yang belum diketahui,
menginvestigasi fenomena-fenomena, membuat prediksi, dan memecahkan berbagai
permasalahan sains yang pada akhirnya terkait dengan sosial, ekonomi, dan
kemanusiaan. Pemahaman murid terhadap IPA menjadi dasar dalam melakukan aksi
nyata untuk berkontribusi positif pada pengembangan diri dan lingkungannya.
Di
dalam kurikulum, IPA menjadi mata pelajaran tersendiri pada Fase D dan Fase E.
Hal tersebut bertujuan memberikan kesempatan yang lebih luas pada murid untuk
mempelajari topik-topik dalam bidang keilmuan fisika, kimia, biologi, serta
bumi dan antariksa. Pembelajaran IPA melatih sikap ilmiah, antara lain
keingintahuan yang tinggi, berpikir kritis, analitis, terbuka, jujur,
bertanggung jawab, objektif, tidak mudah putus asa, tekun, solutif, sistematis,
dan mampu mengambil kesimpulan yang tepat. Pengembangan sikap ilmiah tersebut
menjadi landasan penting bagi murid untuk dapat menerapkan pemahaman ilmunya
dalam berbagai inovasi dan pengembangan teknologi.
IPA
sangat terkait dengan pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)
karena memberikan dasar pemahaman ilmiah yang merupakan dasar untuk inovasi
dalam teknologi. Konsep-konsep dalam IPA seperti suhu, energi, gaya, getaran
gelombang dan ekosistem diterapkan dalam berbagai bidang teknologi seperti
rekayasa, kedokteran, pertanian, peralatan rumah tangga dan lingkungan. Selain
itu, IPA juga berhubungan dengan mata pelajaran lain seperti Matematika dalam
pengolahan data dan kalkulasi ilmiah serta Ilmu Pengetahuan Sosial dalam
memahami dampak sosial dari penerapan teknologi.
Selain
menjadi dasar pengembangan teknologi, IPA juga berperan sangat besar dalam
kehidupan murid sehingga mereka dapat menjaga keselamatan diri, orang lain, dan
alam; mencari potensi-potensi yang terpendam dari alam, baik yang terbarukan
maupun yang tidak terbarukan; serta membantu manusia mengambil keputusan dalam menyelesaikan
masalah.
Mata
pelajaran IPA merupakan sarana yang strategis dalam mengembangkan dimensi
profil lulusan. Dimensi-dimensi tersebut meliputi keimanan dan ketakwaan kepada
Tuhan Yang Maha Esa, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian,
kesehatan, dan komunikasi. Melalui pembelajaran IPA, murid tidak hanya
mengembangkan pengetahuan ilmiah, tetapi juga membangun karakter dan
keterampilan hidup yang dapat diterapkan dalam berbagai konteks, baik secara
individu maupun dalam kolaborasi. Dengan pendekatan pembelajaran mendalam, IPA
membantu murid dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan
solutif, serta memperkuat kapasitas mereka untuk bekerja sama dan beradaptasi
dengan tantangan global.
B.
Tujuan
Dengan
mempelajari IPA, murid dapat:
- mengembangkan
ketertarikan dan rasa ingin tahu sehingga murid terpacu untuk mengkaji
fenomena yang ada di sekitar manusia, memahami bagaimana sistem alam
semesta bekerja, memberikan dampak timbal-balik bagi kehidupan manusia, dan
memahami kontribusi IPA dalam keberlangsungan kehidupan;
- berperan
aktif dalam memelihara, menjaga, melestarikan lingkungan alam, serta
mengelola sumber daya alam dan lingkungan dengan bijak;
- melakukan
kerja ilmiah dan menumbuhkan sikap ilmiah; dan
- mengembangkan
pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep di dalam IPA sehingga dapat
berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan
dirinya dan lingkungan di sekitarnya dalam perspektif global.
C.
Karakteristik
Ilmu
Pengetahuan Alam (IPA) pada Fase D diajarkan secara terpadu, sedangkan pada
Fase E dapat diajarkan tersendiri melalui mata pelajaran Fisika, Kimia, dan
Biologi ataupun terpadu, seperti Fase D. Materi IPA yang diajarkan terpadu pada
Fase E dilaksanakan dengan unit of inquiry, yaitu sebuah projek untuk
menyelesaikan sebuah masalah atau isu lingkungan dari berbagai sudut pandang
baik itu fisika, kimia, dan biologi.
Pendekatan
pembelajaran IPA secara terpadu, khususnya pada Fase D, merupakan pilihan
pedagogis yang mendasar. Hal ini dilandasi oleh hakikat bahwa fenomena alam dan
permasalahan dalam kehidupan nyata bersifat kompleks dan saling terkait, tidak
dapat dipisahkan secara kaku ke dalam kotak-kotak disiplin ilmu Fisika, Kimia,
atau Biologi saja. Sebagai contoh, untuk memahami isu perubahan iklim, murid
perlu menghubungkan konsep fisika tentang kalor, konsep kimia tentang gas rumah
kaca, dan konsep biologi tentang ekosistem. Dengan demikian, pembelajaran
terpadu mendorong murid untuk membangun pemahaman yang holistik dan bermakna, serta
melatih kemampuan mereka untuk berpikir kritis dan solutif dalam menghadapi
tantangan dunia nyata yang autentik.
Ada
dua elemen utama dalam pendidikan IPA, yakni pemahaman IPA dan keterampilan
proses. Dalam melaksanakan pembelajaran, keterampilan proses adalah cara yang
dilakukan untuk memperoleh pemahaman IPA sehingga pemahaman dan keterampilan
proses ini disampaikan dalam satu kesatuan yang utuh dan tidak diturunkan
menjadi tujuan pembelajaran terpisah.
Elemen
dan deskripsi elemen mata pelajaran IPA adalah sebagai berikut.
|
Elemen |
Deskripsi |
|
Pemahaman IPA |
Kompetensi
yang diperoleh murid melalui proses pengalaman belajar yang menekankan proses
memahami, mengaplikasi, dan merefleksi fakta, konsep, prinsip, hukum, teori
dan model pada materi makhluk hidup dan lingkungannya, zat dan sifatnya,
energi dan perubahannya, gelombang, serta bumi dan antariksa, yang sesuai
untuk menjelaskan dan memprediksi fenomena serta menerapkannya pada situasi
baru. |
|
Keterampilan Proses |
Keterampilan
yang dilatihkan untuk mencapai pemahaman IPA, yang pada praktiknya diterapkan
dalam kegiatan pembelajaran. Keterampilan tersebut meliputi keterampilan
mengamati; mempertanyakan dan memprediksi; merencanakan dan melakukan
penyelidikan; memproses, menganalisis data dan informasi; mengevaluasi dan
refleksi; serta mengomunikasikan hasil. Keterampilan proses tidak selalu
merupakan urutan langkah, melainkan suatu siklus yang dinamis yang dapat
disesuaikan berdasarkan perkembangan dan kemampuan murid. |
Capaian
Pembelajaran
Fase D (Umumnya untuk
Kelas VII, VIII dan IX SMP/MTs/Program Paket B)
Pada
akhir Fase D, murid memiliki kemampuan sebagai berikut.
·
Pemahaman
IPA
Menelaah
hasil identifikasi makhluk hidup sesuai dengan karakteristiknya; menganalisis
klasifikasi, sifat, dan perubahan materi; menganalisis sistem organisasi
kehidupan, fungsi, serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ;
menganalisis interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya dalam merancang
upaya-upaya untuk mencegah dan mengatasi perubahan iklim; menganalisis
pewarisan sifat; membuat bioteknologi konvensional di lingkungan sekitarnya;
menerapkan pengukuran terhadap aspek fisis dalam kehidupan sehari-hari;
menganalisis ragam gerak, gaya, dan tekanan; menganalisis hubungan usaha dan
energi; menganalisis pengaruh kalor dan perpindahannya terhadap perubahan suhu;
menganalisis gelombang dan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari;
menganalisis gejala kemagnetan dan kelistrikan untuk menyelesaikan tantangan
yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari termasuk pemanfaatan sumber energi
listrik ramah lingkungan; menganalisis posisi relatif bumi-bulan-matahari dalam
sistem tata surya untuk menjelaskan fenomena alam dan perubahan iklim; serta
mengevaluasi keputusan yang tepat untuk menghindari zat aditif dan adiktif yang
membahayakan dirinya dan lingkungan.
·
Keterampilan
Proses
Mampu
menerapkan keterampilan proses yang meliputi:
- Mengamati
Melakukan pengamatan terhadap fenomena dan peristiwa di sekitarnya dan mencatat hasil pengamatannya dengan memperhatikan karakteristik objek yang diamati. - Mempertanyakan
dan Memprediksi
Mengidentifikasi
pertanyaan yang dapat diselidiki secara ilmiah dan membuat prediksinya.
- Merencanakan
dan Melakukan Penyelidikan
Merencanakan
dan melakukan langkah-langkah operasional untuk menjawab pertanyaan; murid
menggunakan alat bantu pengukuran untuk mendapatkan data yang akurat dan
memahami adanya potensi kekeliruan dalam penyelidikan.
- Memproses,
Menganalisis Data dan Informasi
Mengolah
data dalam bentuk tabel, grafik, dan model serta menjelaskan hasil pengamatan
dan pola atau hubungan pada data; murid mengumpulkan data dari penyelidikan
yang dilakukannya, serta menggunakan pemahaman sains untuk mengidentifikasi
hubungan dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti.
- Mengevaluasi
dan Refleksi
Mengidentifikasi
sumber ketidakpastian dan kemungkinan penjelasan alternatif dalam rangka
mengevaluasi kesimpulan, serta menjelaskan cara spesifik untuk meningkatkan
kualitas data.
- Mengomunikasikan
Hasil
Mengomunikasikan
hasil penyelidikan secara sistematis dan utuh yang ditunjang dengan argumen dan
bahasa yang sesuai konteks penyelidikan.






0 comments:
Post a Comment