MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN
: ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA)
BAB 1 :
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah :
SMP NEGERI 1 GALANG
Nama Penyusun :
N Karina, S.Pd
Mata Pelajaran :
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Kelas / Fase / Semester : IX / D / Ganjil
Alokasi Waktu :
20 JP
B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
●
Pengetahuan
Awal:
Peserta didik telah memahami ciri-ciri dasar makhluk hidup dan perbedaan antara
makhluk hidup dan benda mati dari fase sebelumnya.
●
Minat:
Peserta didik memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap perubahan yang
terjadi pada tubuh mereka sendiri (masa pubertas) dan tertarik mengamati
pertumbuhan hewan peliharaan atau tanaman di sekitar mereka.
●
Latar
Belakang: Peserta didik berasal dari lingkungan yang beragam, beberapa
mungkin memiliki pengalaman langsung dalam merawat tanaman atau hewan,
sementara yang lain lebih banyak mendapatkan informasi dari media digital.
●
Kebutuhan
Belajar:
○
Visual:
Peserta didik yang belajar melalui gambar, diagram, infografik, dan video.
Materi akan menyajikan banyak ilustrasi siklus hidup dan video pendukung.
○
Auditori:
Peserta didik yang belajar melalui diskusi, penjelasan lisan, dan tanya jawab.
Kegiatan diskusi kelompok dan presentasi akan memfasilitasi gaya belajar ini.
○
Kinestetik:
Peserta didik yang belajar melalui praktik langsung. Kegiatan seperti merancang
percobaan pertumbuhan tanaman dan membuat proyek kampanye akan mengakomodasi
kebutuhan ini.
C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
●
Jenis
Pengetahuan yang Akan Dicapai
○
Konseptual:
Membedakan konsep pertumbuhan dan perkembangan, memahami tahapan siklus hidup
manusia, hewan, dan tumbuhan, konsep metamorfosis, serta faktor-faktor yang
memengaruhi tumbuh kembang.
○
Prosedural:
Melakukan pengamatan terstruktur, merancang dan melaksanakan penyelidikan
ilmiah sederhana, mengumpulkan dan menyajikan data dalam bentuk tabel dan
grafik, serta merancang proyek kampanye sosial.
●
Relevansi
dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik: Materi ini sangat
relevan karena membantu peserta didik memahami perubahan fisik dan mental yang
mereka alami pada masa pubertas, pentingnya nutrisi untuk pertumbuhan optimal,
serta isu kesehatan nyata di masyarakat seperti stunting.
●
Tingkat
Kesulitan: Sedang. Konsep dasar mudah dipahami, namun memerlukan
kemampuan analisis dan penerapan dalam konteks proyek dan pemecahan masalah.
●
Struktur
Materi: Materi disusun secara sistematis mulai dari pertumbuhan dan
perkembangan pada manusia, hewan, hingga tumbuhan, diakhiri dengan proyek
terapan yang mengintegrasikan seluruh konsep.
●
Integrasi
Nilai dan Karakter:
○
Keimanan
dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia:
Mensyukuri karunia kehidupan dan kompleksitas proses pertumbuhan sebagai
ciptaan Tuhan.
○
Bernalar
Kritis: Menganalisis data pertumbuhan, membandingkan berbagai siklus
hidup, dan mengevaluasi solusi untuk masalah stunting.
○
Kreativitas:
Merancang dan membuat produk kampanye (poster/video) yang informatif dan
menarik.
○
Kolaborasi/Bergotong
Royong: Bekerja sama dalam kelompok untuk melakukan aktivitas,
percobaan, dan menyelesaikan proyek akhir bab.
○
Kemandirian:
Melakukan riset mandiri dan merancang percobaan secara individu atau dalam
kelompok kecil.
○
Kepedulian:
Menumbuhkan empati dan kepedulian terhadap isu kesehatan masyarakat (stunting) dan pentingnya menjaga
lingkungan untuk mendukung pertumbuhan makhluk hidup.
D. DIMENSI PROFIL LULUSAN
●
Keimanan
dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia:
Peserta didik mengagumi keteraturan dan kerumitan proses pertumbuhan dan
perkembangan sebagai wujud kebesaran Tuhan, serta menjaga kesehatan diri
sebagai bentuk rasa syukur.
●
Kewargaan:
Peserta didik menunjukkan kepedulian terhadap isu sosial di lingkungannya,
seperti masalah stunting, dan
berpartisipasi aktif mencari solusi melalui proyek kampanye.
●
Penalaran
Kritis: Peserta didik mampu menganalisis data dari tabel dan grafik,
mengidentifikasi hubungan sebab-akibat antara faktor lingkungan dengan
pertumbuhan, serta mengevaluasi informasi dari berbagai sumber.
●
Kreativitas:
Peserta didik menghasilkan karya (poster, diagram alir, video) yang orisinal
dan efektif untuk mengkomunikasikan gagasan ilmiah kepada masyarakat.
●
Kolaborasi:
Peserta didik mampu bekerja sama secara efektif dalam kelompok, berbagi peran,
dan menghargai pendapat orang lain dalam diskusi dan pengerjaan proyek.
●
Kemandirian:
Peserta didik mampu mengambil inisiatif untuk mencari informasi tambahan,
merancang langkah-langkah percobaan, dan mengelola waktu pengerjaan tugas
secara mandiri.
●
Kesehatan:
Peserta didik memahami pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental selama
masa pertumbuhan, serta menerapkan pola hidup sehat.
●
Komunikasi:
Peserta didik mampu mempresentasikan hasil kerja kelompok, menjelaskan konsep
ilmiah dengan bahasa yang jelas, dan berkomunikasi secara persuasif melalui
media kampanye.
DESAIN PEMBELAJARAN
A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
Pada
akhir Fase D, murid memiliki kemampuan sebagai berikut.
·
Pemahaman
IPA
Menelaah
hasil identifikasi makhluk hidup sesuai dengan karakteristiknya; menganalisis klasifikasi,
sifat, dan perubahan materi; menganalisis sistem organisasi kehidupan, fungsi,
serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ; menganalisis
interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya dalam merancang upaya-upaya
untuk mencegah dan mengatasi perubahan iklim; menganalisis pewarisan sifat;
membuat bioteknologi konvensional di lingkungan sekitarnya; menerapkan
pengukuran terhadap aspek fisis dalam kehidupan sehari-hari; menganalisis ragam
gerak, gaya, dan tekanan; menganalisis hubungan usaha dan energi; menganalisis
pengaruh kalor dan perpindahannya terhadap perubahan suhu; menganalisis
gelombang dan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari; menganalisis gejala
kemagnetan dan kelistrikan untuk menyelesaikan tantangan yang dihadapi dalam
kehidupan sehari-hari termasuk pemanfaatan sumber energi listrik ramah
lingkungan; menganalisis posisi relatif bumi-bulan-matahari dalam sistem tata
surya untuk menjelaskan fenomena alam dan perubahan iklim; serta mengevaluasi
keputusan yang tepat untuk menghindari zat aditif dan adiktif yang membahayakan
dirinya dan lingkungan.
·
Keterampilan
Proses
Mampu
menerapkan keterampilan proses yang meliputi:
- Mengamati
Melakukan pengamatan terhadap fenomena dan peristiwa di sekitarnya dan mencatat hasil pengamatannya dengan memperhatikan karakteristik objek yang diamati. - Mempertanyakan
dan Memprediksi
Mengidentifikasi
pertanyaan yang dapat diselidiki secara ilmiah dan membuat prediksinya.
- Merencanakan
dan Melakukan Penyelidikan
Merencanakan
dan melakukan langkah-langkah operasional untuk menjawab pertanyaan; murid
menggunakan alat bantu pengukuran untuk mendapatkan data yang akurat dan
memahami adanya potensi kekeliruan dalam penyelidikan.
- Memproses,
Menganalisis Data dan Informasi
Mengolah
data dalam bentuk tabel, grafik, dan model serta menjelaskan hasil pengamatan
dan pola atau hubungan pada data; murid mengumpulkan data dari penyelidikan
yang dilakukannya, serta menggunakan pemahaman sains untuk mengidentifikasi
hubungan dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti.
- Mengevaluasi
dan Refleksi
Mengidentifikasi
sumber ketidakpastian dan kemungkinan penjelasan alternatif dalam rangka
mengevaluasi kesimpulan, serta menjelaskan cara spesifik untuk meningkatkan
kualitas data.
- Mengomunikasikan
Hasil
Mengomunikasikan
hasil penyelidikan secara sistematis dan utuh yang ditunjang dengan argumen dan
bahasa yang sesuai konteks penyelidikan.
B. LINTAS DISIPLIN ILMU
●
Matematika:
Menggunakan data tabel untuk membuat dan menginterpretasi grafik pertumbuhan.
●
Bahasa
Indonesia: Menulis laporan, membuat teks untuk poster kampanye yang
efektif dan persuasif.
●
Pendidikan
Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK): Menghubungkan konsep
pertumbuhan dengan kesehatan fisik dan pentingnya olahraga.
●
Seni
Budaya: Mendesain poster atau media kampanye lainnya dengan
memperhatikan aspek estetika.
●
Ilmu
Pengetahuan Sosial (IPS): Menganalisis faktor sosial dan
ekonomi yang memengaruhi masalah stunting.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
●
Pertemuan
1:
Menganalisis tahapan pertumbuhan dan perkembangan pada siklus hidup manusia
serta perubahan yang terjadi pada masa pubertas. (2 JP)
●
Pertemuan
2:
Membandingkan berbagai cara perkembangbiakan dan siklus hidup pada hewan,
termasuk metamorfosis sempurna dan tidak sempurna. (2 JP)
●
Pertemuan
3:
Menganalisis proses pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan serta merancang
percobaan untuk menyelidiki faktor-faktor yang memengaruhinya. (2 JP)
●
Pertemuan
4:
Merancang dan mempresentasikan proyek kampanye kreatif untuk mengedukasi
masyarakat mengenai pencegahan stunting
sebagai aplikasi pemahaman konsep pertumbuhan dan perkembangan. (2 JP)
D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
"Cegah Stunting itu Penting:
Kenali Tumbuh Kembang Optimal Anak Sejak Dini".
Topik ini diambil dari proyek akhir bab yang relevan dengan kondisi kesehatan masyarakat
Indonesia, menghubungkan konsep biologis pertumbuhan dengan aksi nyata yang
berdampak sosial.
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
●
Model
Pembelajaran: Project-Based Learning (PjBL), Discovery
Learning, Pembelajaran Berbasis Masalah.
●
Pendekatan:
Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning)
○
Mindful Learning:
Peserta didik diajak untuk fokus dan sadar penuh saat melakukan pengamatan
(misal: mengamati perubahan pada serangga atau tanaman) dan saat merefleksikan
perubahan pada diri sendiri.
○
Meaningful Learning:
Pembelajaran dikaitkan langsung dengan pengalaman pribadi peserta didik
(pubertas) dan isu nyata di masyarakat (stunting),
sehingga materi terasa bermakna dan relevan.
○
Joyful Learning:
Suasana belajar dibuat menyenangkan melalui aktivitas kelompok yang kreatif,
permainan peran, dan kebebasan dalam membuat produk proyek.
●
Metode
Pembelajaran: Diskusi kelompok, studi
literatur, eksperimen/penyelidikan, presentasi, tanya jawab.
●
Strategi
Pembelajaran Berdiferensiasi
○
Diferensiasi
Konten: Menyediakan sumber belajar yang beragam (buku teks, artikel,
infografik, video pembelajaran) untuk diakses peserta didik sesuai preferensi.
○
Diferensiasi
Proses: Memberikan pilihan kepada peserta didik untuk bekerja secara
individu atau kelompok, serta pilihan dalam melakukan aktivitas (misal: memilih
jenis hewan/tumbuhan yang diamati).
○
Diferensiasi
Produk: Memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk memilih format
produk akhir proyek (poster, selebaran, video singkat, atau presentasi
digital).
KEMITRAAN PEMBELAJARAN
●
Lingkungan
Sekolah: Berkolaborasi dengan guru Bimbingan Konseling (BK) untuk sesi
diskusi tentang pubertas, dan UKS untuk data kesehatan siswa.
●
Lingkungan
Luar Sekolah/Masyarakat: Kunjungan atau wawancara dengan
narasumber di Puskesmas atau Posyandu terdekat untuk mendapatkan data dan
informasi tentang stunting.
●
Mitra
Digital: Memanfaatkan platform pembelajaran daring untuk berbagi sumber
belajar dan mengumpulkan tugas.
LINGKUNGAN BELAJAR
●
Ruang
Fisik: Pengaturan tempat duduk yang fleksibel (untuk kerja individu,
kelompok, dan klasikal), pemanfaatan laboratorium IPA untuk percobaan, dan
pemanfaatan kebun sekolah untuk pengamatan tumbuhan.
●
Ruang
Virtual: Menggunakan Google Classroom atau platform serupa untuk forum
diskusi, pengumpulan tugas, dan akses ke sumber belajar digital (video,
artikel).
●
Budaya
Belajar: Membangun budaya kelas yang inklusif, saling menghargai, di
mana peserta didik merasa aman untuk bertanya, berpendapat, dan membuat
kesalahan sebagai bagian dari proses belajar.
PEMANFAATAN DIGITAL
●
Perpustakaan
Digital/Sumber Daring: Menggunakan mesin pencari dan
portal edukasi (Rumah Belajar, YouTube Edukasi) untuk riset materi.
●
Forum
Diskusi Daring: Menggunakan fitur forum di
platform e-learning untuk diskusi lanjutan di luar jam pelajaran.
●
Penilaian
Daring: Menggunakan Google Forms atau Quizizz untuk kuis formatif.
●
Media
Presentasi Digital: Menggunakan Canva, PowerPoint,
atau aplikasi video editor untuk membuat produk proyek.
●
Media
Publikasi Digital: Mengunggah hasil kampanye ke
media sosial sekolah untuk jangkauan yang lebih luas.
F. PENGALAMAN BELAJAR
PERTEMUAN 1 ‘
Topik :
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN MANUSIA
●
KEGIATAN
PENDAHULUAN ‘
○
Orientasi:
Guru membuka pelajaran dengan salam, doa, dan memeriksa kehadiran.
○
Apersepsi:
Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Siapa yang punya adik bayi di rumah?
Perubahan apa yang kalian lihat seiring bertambahnya usia adik kalian?"
atau "Perubahan apa yang kalian rasakan pada tubuh kalian saat ini
dibandingkan saat SD?" (Meaningful
Learning)
○
Motivasi:
Guru menampilkan infografik menarik tentang tahapan perkembangan bayi atau
perubahan saat pubertas untuk menarik minat siswa.
○
Penyampaian
Tujuan: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu
menganalisis siklus hidup manusia dan perubahan pada masa pubertas.
●
KEGIATAN
INTI (MEMAHAMI, MENGAPLIKASI)
○
Eksplorasi
Konsep: Guru menjelaskan perbedaan mendasar antara pertumbuhan (dapat diukur, kuantitatif)
dan perkembangan (kualitatif,
peningkatan kemampuan).
○
Diskusi
Kelompok: Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap
kelompok mendapatkan topik diskusi: Fase Bayi, Fase Anak-anak, dan Fase
Remaja/Pubertas. (Joyful Learning,
Kolaborasi)
○
Studi
Literatur: Peserta didik secara berkelompok menggali informasi dari buku
teks (hal. 2-7) dan sumber digital yang disediakan guru mengenai ciri-ciri
pertumbuhan dan perkembangan di setiap fase. (Diferensiasi Konten)
○
Aktivitas
Kreatif:
■
Kelompok Fase Bayi: Membuat
diagram alir perkembangan bayi 0-12 bulan (seperti Aktivitas 1.1).
■
Kelompok Fase Anak & Remaja:
Membuat peta pikiran (mind map)
tentang perubahan fisik, motorik, dan mental pada fase anak-anak dan remaja. (Diferensiasi Proses & Produk)
○
Presentasi
Kelompok: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan
kelas. Guru memfasilitasi diskusi dan memberikan penguatan. (Komunikasi)
○
Refleksi
Terbimbing: Guru secara khusus membahas fase pubertas, membuka ruang
diskusi yang aman dan nyaman bagi siswa untuk bertanya tentang perubahan yang
mereka alami. (Mindful Learning)
●
KEGIATAN
PENUTUP ‘
○
Refleksi:
Peserta didik diminta menuliskan satu hal baru yang mereka pelajari dan satu
pertanyaan yang masih mereka miliki di sticky
note.
○
Rangkuman:
Guru bersama peserta didik menyimpulkan poin-poin utama tentang siklus hidup
manusia.
○
Tindak
Lanjut: Guru memberikan tugas untuk bertanya kepada orang tua tentang
tradisi atau upacara adat terkait kedewasaan di daerah asal mereka (mengacu
pada Aktivitas 1.2).
○
Penutup:
Salam dan doa.
PERTEMUAN 2 ‘
Topik :
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN HEWAN
●
KEGIATAN
PENDAHULUAN ‘
○
Orientasi:
Salam, doa, dan presensi.
○
Apersepsi:
Guru menampilkan gambar kupu-kupu dan ulat. "Apakah kedua hewan ini sama?
Proses apa yang terjadi?"
○
Motivasi:
Menayangkan video singkat tentang metamorfosis katak atau serangga. (Joyful Learning)
○
Penyampaian
Tujuan: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran untuk membandingkan
siklus hidup berbagai jenis hewan.
●
KEGIATAN
INTI (MEMAHAMI, MENGAPLIKASI)
○
Eksplorasi
Konsep: Guru menjelaskan cara perkembangan embrio pada hewan (Ovipar,
Vivipar, Ovovivipar) dengan contoh.
○
Stasiun
Belajar (Learning Stations): Guru membuat 3 stasiun belajar.
Peserta didik bergerak dalam kelompok. (Diferensiasi
Proses)
■
Stasiun
1 (Metamorfosis Sempurna): Peserta didik mengamati
gambar/video siklus hidup kupu-kupu dan katak (hal. 14-15), lalu menyusun
urutan fasenya.
■
Stasiun
2 (Metamorfosis Tidak Sempurna): Peserta didik
mengamati gambar/video siklus hidup belalang atau kecoa, lalu membandingkannya
dengan metamorfosis sempurna.
■
Stasiun
3 (Tanpa Metamorfosis): Peserta didik mengamati siklus
hidup ayam atau kucing dan menjelaskan perbedaannya dengan hewan yang
bermetamorfosis.
○
Diskusi
dan Analisis: Setelah mengunjungi semua
stasiun, kelompok mendiskusikan persamaan dan perbedaan dari berbagai siklus
hidup yang telah diamati. (Bernalar
Kritis)
○
Pembelajaran
Berdiferensiasi:
■
Proses:
Siswa dapat memilih untuk menyajikan hasil analisis mereka dalam bentuk tabel
perbandingan, diagram Venn, atau paragraf deskriptif.
■
Produk:
Hasil kerja kelompok bisa berupa catatan digital atau poster sederhana di
kertas plano.
●
KEGIATAN
PENUTUP ‘
○
Refleksi:
"Bagian mana dari siklus hidup hewan yang paling menarik menurut kalian?
Mengapa?"
○
Rangkuman:
Guru menegaskan kembali perbedaan metamorfosis sempurna dan tidak sempurna.
○
Tindak
Lanjut: Guru menugaskan peserta didik untuk mencari satu contoh hewan
ovipar, vivipar, dan ovovivipar di sekitar mereka.
○
Penutup:
Salam dan doa.
PERTEMUAN 3 ‘
Topik :
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TUMBUHAN
●
KEGIATAN
PENDAHULUAN ‘
○
Orientasi:
Salam, doa, dan presensi.
○
Apersepsi:
"Siapa yang pernah menanam biji-bijian? Apa yang pertama kali muncul dari
biji tersebut?"
○
Motivasi:
Menampilkan video time-lapse
pertumbuhan tanaman dari biji hingga besar.
○
Penyampaian
Tujuan: Guru menyampaikan tujuan untuk menganalisis proses tumbuh
kembang tumbuhan dan faktor yang memengaruhinya.
●
KEGIATAN
INTI (MEMAHAMI, MENGAPLIKASI)
○
Eksplorasi
Konsep: Guru menjelaskan struktur biji, perbedaan pertumbuhan primer
dan sekunder, serta faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pertumbuhan
(hal. 17-20).
○
Merancang
Percobaan (Aktivitas 1.5): Secara berkelompok, peserta
didik diminta merancang sebuah penyelidikan sederhana untuk menguji pengaruh
salah satu faktor eksternal (cahaya, air, atau nutrisi) terhadap pertumbuhan
kecambah kacang hijau. (Joyful Learning,
Kreativitas)
○
Pembelajaran
Berdiferensiasi:
■
Proses:
Guru membimbing kelompok dalam menentukan variabel bebas, terikat, dan kontrol.
Kelompok yang lebih cepat bisa didorong untuk merancang percobaan dengan dua
variabel bebas.
■
Produk:
Rancangan percobaan ditulis dalam format laporan sederhana yang mencakup
tujuan, hipotesis, variabel, alat & bahan, dan prosedur.
○
Diskusi
Rancangan: Beberapa kelompok mempresentasikan rancangan percobaannya
untuk mendapatkan masukan dari teman dan guru.
○
Pelaksanaan
Percobaan: Peserta didik mulai menanam biji sesuai rancangan mereka.
Pengamatan akan dilakukan di rumah selama beberapa hari ke depan. (Kemandirian)
●
KEGIATAN
PENUTUP ‘
○
Refleksi:
"Apa tantangan terbesar dalam merancang sebuah percobaan ilmiah?"
○
Rangkuman:
Guru mereview kembali faktor-faktor penting dalam pertumbuhan tumbuhan.
○
Tindak
Lanjut: Mengingatkan peserta didik untuk merawat dan mencatat data
pertumbuhan tanamannya setiap dua hari sekali.
○
Penutup:
Salam dan doa.
PERTEMUAN 4 ‘
Topik : PROYEK KAMPANYE
PENCEGAHAN STUNTING & ASESMEN
●
KEGIATAN
PENDAHULUAN ‘
○
Orientasi:
Salam, doa, dan presensi.
○
Apersepsi:
Guru menanyakan hasil pengamatan tanaman dari pertemuan sebelumnya.
○
Motivasi:
Guru menampilkan data atau infografik singkat tentang angka stunting di Indonesia. "Apa itu
stunting? Mengapa ini menjadi masalah serius?" (Meaningful Learning)
○
Penyampaian
Tujuan: Guru menjelaskan bahwa hari ini peserta didik akan merancang
sebuah proyek kampanye untuk mengedukasi masyarakat tentang stunting.
●
KEGIATAN
INTI (MEMAHAMI, MENGAPLIKASI)
○
Pengenalan
Proyek: Guru menjelaskan tugas Proyek Akhir Bab (hal. 21-22). Peserta
didik akan bekerja dalam kelompok untuk membuat media kampanye.
○
Brainstorming
Kelompok: Dalam kelompok yang sama, peserta didik mulai berdiskusi:
■
Informasi apa yang paling penting
untuk disampaikan? (Pengertian, bahaya, faktor, solusi).
■
Siapa target audiensnya? (Ibu-ibu
di Posyandu).
■
Media apa yang paling cocok?
(Poster, selebaran, video pendek). (Diferensiasi
Produk)
○
Riset
dan Pembuatan Konten: Peserta didik melakukan riset
singkat menggunakan buku atau gawai untuk mengumpulkan konten kampanye mereka.
○
Pembuatan
Draf Produk: Peserta didik mulai membuat
draf kasar produk kampanye mereka. Guru berkeliling untuk memberikan bimbingan
dan masukan. (Kolaborasi, Kreativitas)
○
Presentasi
Rancangan: Setiap kelompok mempresentasikan ide dan draf kampanye mereka
secara singkat di depan kelas.
●
KEGIATAN
PENUTUP ‘
○
Refleksi:
"Apa yang kalian rasakan ketika mengetahui bahwa ilmu yang kalian pelajari
bisa membantu menyelesaikan masalah nyata di masyarakat?"
○
Rangkuman:
Guru memberikan apresiasi atas ide-ide kreatif peserta didik.
○
Tindak
Lanjut: Proyek kampanye diselesaikan di luar jam pelajaran dan
dikumpulkan pada pertemuan berikutnya. Guru juga menginformasikan akan ada tes
tertulis di pertemuan selanjutnya.
○
Penutup:
Salam dan doa.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN DIAGNOSTIK
●
Tanya
Jawab: Dilakukan di awal bab melalui pertanyaan pemantik untuk
mengetahui pemahaman awal siswa tentang pertumbuhan. Contoh: "Menurutmu, sama
atau berbedakah arti kata 'tumbuh' dan 'berkembang'?"
ASESMEN FORMATIF
●
Tanya
Jawab: Seputar materi yang sedang dibahas, seperti “Apa perbedaan
utama antara metamorfosis sempurna dan tidak sempurna?”
●
Diskusi
Kelompok: Penilaian melalui observasi keaktifan siswa, kemampuan
berkolaborasi, dan mengemukakan pendapat saat kerja kelompok.
●
Latihan
Soal/LKPD: Penilaian hasil kerja pada setiap aktivitas (diagram alir,
peta pikiran, rancangan percobaan).
●
Observasi:
Guru mengamati keterampilan siswa dalam menggunakan alat laboratorium (saat
akan memulai percobaan) dan kemampuan presentasi.
ASESMEN SUMATIF
●
Produk
(Proyek): Penilaian media kampanye tentang stunting berdasarkan kriteria:
○
Kesesuaian
Konten: Akurasi dan kelengkapan informasi ilmiah.
○
Kreativitas:
Orisinalitas ide dan desain visual yang menarik.
○
Efektivitas
Komunikasi: Pesan tersampaikan dengan jelas dan persuasif untuk target
audiens.
●
Praktik
(Kinerja): Penilaian kemampuan presentasi hasil proyek di depan kelas.
●
Tes
Tertulis: Tes akhir bab untuk mengukur pemahaman konseptual keseluruhan
materi.
Contoh Tes Tertulis :
Soal Pilihan Ganda
1.
Perubahan suara menjadi lebih
berat pada remaja laki-laki dan dimulainya siklus menstruasi pada remaja
perempuan merupakan contoh dari...
a.
Pertumbuhan primer
b.
Pertumbuhan sekunder
c.
Perkembangan
d.
Metamorfosis
2.
Seekor hewan berkembang di dalam
telur, namun telur tersebut tetap berada di dalam tubuh induknya hingga
menetas, lalu dilahirkan. Cara perkembangan hewan ini disebut...
a.
Ovipar
b.
Vivipar
c.
Ovovivipar
d.
Fragmentasi
3.
Urutan fase yang benar pada
metamorfosis sempurna adalah...
a.
Telur - Nimfa - Dewasa
b.
Telur - Larva - Dewasa
c.
Telur - Pupa - Nimfa - Dewasa
d.
Telur - Larva - Pupa - Dewasa
4.
Seorang siswa melakukan percobaan
pertumbuhan kecambah. Ia meletakkan satu pot di tempat terang dan satu pot di
tempat gelap. Dalam percobaan ini, siswa tersebut sedang menyelidiki
pengaruh...
a.
Suhu terhadap pertumbuhan
b.
Air terhadap pertumbuhan
c.
Cahaya matahari terhadap pertumbuhan
d.
Nutrisi terhadap pertumbuhan
5.
Pertambahan diameter batang pada
pohon mangga disebabkan oleh aktivitas jaringan...
a.
Meristem apikal
b.
Epidermis
c.
Kambium (Meristem lateral)
d.
Xilem
Soal Esai
1.
Jelaskan perbedaan mendasar
antara pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup!
Berikan masing-masing satu contoh pada manusia!
2.
Seorang petani ingin menanam
pohon jati. Ia memiliki dua pilihan: menanam dari biji atau menggunakan teknik
kultur jaringan. Bandingkan kedua metode tersebut dari segi waktu yang dibutuhkan,
jumlah tanaman yang dihasilkan, dan keseragaman sifat keturunannya!






0 comments:
Post a Comment